Kembangkan Industri Fesyen Dalam Negeri
Kerjasama METRO Dept. Store dan Lulusan Lembaga Tata Busana Susan Budihardjo
Jakarta, 8 Desember 2012 - PT Metropolitan Retailmart yang mengoperasikan METRO Department Store Indonesia, kembali mengadakan sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) di penghujung tahun 2012 ini. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Pengajaran Tata Busana milik Susan Budihardjo. Dan lewat program ini, METRO mencoba menunjukkan dukungannya terhadap para desainer muda Indonesia dengan menampilkan sejumlah hasil karya mereka yang tersedia secara eksklusif di gerai METRO Pondok Indah dan METRO Senayan hingga 25 Desember mendatang
 
Promo yang merupakan hasil kerjasama dengan Lembaga Pengajaran Tata Busana milik Susan Budihardjo ini, digelar sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan dunia mode Indonesia dan kreatifitas dari para desainer muda yang mempunyai potensi besar untuk berkembang dan bersaing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. "Sebagai perusahaan ritel yang bergerak di industri fesyen, kami senantiasa berusaha mendukung dan menunjukkan kepedulian kepada para pelaku bisnis lokal yang dalam kesempatan ini adalah calon desainer baru di Indonesia. METRO melihat peluang untuk hasil karya mereka dapat diterima dan diperhitungkan juga keberadaannya di negeri ini," ujar Anskarina Christin selaku Asisten General Manager Marketing METRO Department Store.
 
Anskarina menjelaskan bahwa untuk dapat bertahan dan diterima di dunia bisnis ini, para desainer ini harus dapat mempelajari dan mengetahui siapa pangsa pasar dari koleksi mereka. Selain itu, mereka harus mempunyai strategi untuk memasarkannya agar hasil karya mereka tepat sasaran, karena kerap kali pelaku bisnis lalai akan hal ini sehingga masyarakat kurang terinformasi bahkan tidak mengetahui akan produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, lewat kerja samanya kali ini, METRO berusaha untuk memberikan dukungan dengan pemberian sarana bagi kesebelas desainer untuk menjual hasil karyanya kepada para pelanggan dan memfasilitasi mereka untuk dapat memiliki pengalaman ketika implementasi langsung di dunia nyata perihal bagaimana suatu strategi penjualan dan pemasaran dapat berjalan dengan baik; serta mengedukasi para desainer untuk dapat tetap bereksistensi di dunia fesyen lewat kemampuan memproduksi barang dengan kualitas baik dan tepat waktu serta selalu up to date akan perubahan tren sehingga dapat menjawab apa yang menjadi kebutuhan pasar di saat tersebut. Kesemua hal inilah yang penting untuk mereka ketahui, sehingga target market mereka pada nantinya diharapkan akan menjadi pelanggan setia. Dan prinsip-prinsip tersebutlah yang mendasari bisnis METRO sehingga dapat bertahan sampai saat ini.
 
Sejalan dengan pernyataan dari Anskarina; Susan Budihardjo selaku pemiliki Lembaga Pengajaran Tata Busana sekaligus merupakan desainer senior Indonesia mengungkapkan, "Kami menyambut positif dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh METRO, karena kami menyadari bahwa persaingan di industri ini sangat ketat terutama dengan banyaknya brand yang sudah lebih dahulu muncul dan dikenal. Hal ini kemudian kerap menjadi hambatan untuk kami dapat mengidentifikasi pangsa pasar sehingga strategi yang disusun pun kurang tepat dan berdampak pada hasil karya yang tidak maksimal. Namun, lewat kerja sama yang terjalin ini, kami optimis akan menjadi langkah awal kesuksesan dari para lulusan sekolah Susan Budihardjo karena kami melihat METRO sebagai arena yang tepat untuk para desainer ini memperdalam kemampuannya berkarya dan memasarkan produknya. Selain itu, prinsip usaha yang dijalankan perusahaan ritel yang sudah bertahan selama 21 tahun ini, diharapkan menjadi role model bagi para lulusan kami untuk mengadaptasinya."
Susan mempertegas bahwa hasil karya dari para lulusannya ini tidak kalah dengan para pesaingnya, terutama produk luar negeri. Namun, memang perlu diakui bahwa keterbatasan material baju kerap menjadi penghambat bagi desainer lokal.
Dan melalui kerja samanya kali ini, METRO mencoba menghadirkan segala kebutuhan pakaian ready-to-wear bagi para pelanggannya mulai dari kaum muda hingga orang dewasa yang secara eksklusif dihasilkan oleh 11 desainer muda Indonesia yang berbakat, seperti:
 

1. Anaz Khairunnas
 

Pria lulusan tahun 2008 dari Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo ini sekaligus merupakan pemilik label baju ANAZ. Terinspirasi akan sparkling summer dengan warna-warna cerah serta sentuhan material bebatuan kristal yang ditata pada setiap baju tentunya menambah kesan elegan dan cantik bagi wanita yang menggunakannya. Dikhususkan untuk para wanita dengan mobilitas yang tinggi, Anaz mendominasi koleksinya dengan busana day & night tops serta memberikan sentuhan konsep nyaman dan praktis pada koleksinya tersebut.
 

2. Andreas Kurniawan
 

Mencoba menghadirkan semangat Natal pada koleksinya, alumnus angkatan 2008 ini mencoba menambahkan unsur keceriaan, semangat, sukacita dan kemeriahan yang tercermin lewat motif warna terang serta abstrak yang melambangkan indahnya hari Natal. Pemilik label ANDREAS WEN ini optimis bahwa koleksinya dapat diterima oleh masyarakat karena selain menonjolkan konsep young, fresh dan fun; bahan pakaian yang digunakannya pun special printed dan cutting bajunya berbeda dari pada yang lain sehingga cocok untuk orang yang berani tampil beda.
 

3. Christian Wohangara
 

Terinspirasi dari gaya hidup Jakarta yang identik dengan kemacetan dan mobilitas yang tinggi, pria lulusan tahun 2008 ini menghadirkan konsep pakaian yang simple namun nyaman dan basic updated untuk digunakan dalam kesibukan sepanjang hari. Pemilik label Christian Wohangara ini optimis bahwa koleksinya akan diterima oleh pelanggan METRO karena apa yang ditawarkan adalah sesuatu hal yang harus dimiliki oleh setiap orang seperti kemeja dan baju putih.
 

4. Fetty Rusli & Jessica Dora
 

Dua wanita muda yang merupakan lulusan sekolah Susan Budiharjo pada tahun 2010 ini, menawarkan konsep fun dan happy untuk koleksi busananya lewat label FEDORE. Kedua desainer ini pun memfokuskan rancangannya kepada busana anak dengan menampilkan coordinate look terutama pada busana anak laki-laki. Harapannya, keceriaan dari sosok seorang anak akan menambah unsur keindahan dari koleksi busana mereka.
 
 
5. Alexander Tambi
 

Sebagai salah satu pemilik label PATTERN LINE, Alexander yang dibantu oleh kedua temannya Vania Aqmarani dan Ceceng K. Juniar terinspirasi oleh bunga dan kupu-kupu yang memiliki unsur keindahan dan keanggunan sehingga dituangkan dalam karyanya. Pria lulusan tahun 2010 ini mencoba mengangkat pula sisi feminine yang dimiliki oleh setiap wanita. Dengan desain yang simple namun tetap terkesan anggun, koleksinya pun mengambil beberapa key look pada era 1990-an yaitu lace and layering yang dimodifikasi agar sesuai dengan market dan tren saat ini. Dengan tema warna Natal seperti champagne, merah, hitam, putih gading dan hijau, semua koleksinya dirancang formil namun tidak berkesan kaku.
 

6. Dedy Pramono Widjaja
 

Pria yang mendapatkan gelar sebagai “the best graduate“ di sekolah Susan pada tahun 2010 ini, juga merupakan pemenang kedua sebagai designer sepatu terbaik dari Yongki Komaladi. Lewat koleksinya yang mengusung konsep modern dan feminine era tahun 50 dan 60-an ini, Dedy mencoba mengemasnya melalui label pribadinya yaitu Pramono Widjaja dan label keduanya, ERADY. Konsep ini coba dituangkan lewat koleksi celana, rok, blus, blazer dan gaun. Dedy juga mencoba mengedukasi pelanggan untuk dapat melakukan mix and match pada setiap koleksinya. Tidak hanya itu saja, pria ini pun meyakini bahwa setiap orang berhak tampil memukau tanpa perlu mendapatkannya dengan harga yang mahal, seperti yang coba ditawarkan lewat koleksinya tersebut.

 
7. Marsel Hober
 

Tema koleksi yang diusung desainer muda angkatan 2007 ini adalah “Playing in Retro Season“. Marsel yang terinspirasi akan gaya vintage era tahun 50 dan 60-an ini mencoba mencampurkan siluet berupa penambahan godet ataupun permainan pada cutting  pada setiap koleksinya sehingga lebih berkesan modern dan playful. Sementara itu, warna yang dipilih pun lebih dominan warna-warna dasar atau netral dengan begitu para penggunanya dapat menggunakan pakaian ini dalam segala suasana. Konsep fresh dan fun yang coba diangkat pun diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi para pelanggan yang berjiwa muda. Semua koleksinya ini dikemas dalam label I.N.C.A & Mho miliknya.
 

8. PEI
 

Wanita lulusan tahun 2010 dari sekolah mode di tempat Susan Budihardjo ini, memiliki labelnya sendiri dengan nama PEI. Koleksi yang ditujukan untuk para wanita muda mandiri dan menuntut kepraktisan ini menampilkan pilihan warna yang soft dan natural sehingga dapat digunakan dalam aktivitas keseharian. Koleksi ini tentunya menjadi alternatif pilihan yang tepat bagi para pelanggan METRO.

 
9. Ratih Atindriya
 

Wanita pemilik label RAYA ini merupakan lulusan tahun 2010. Menghadirkan koleksi pakaian kasual nan simple namun modern, Ratih mengusung konsep nyaman dengan potongan A-Line seperti Mod dress berwarna putih di tahun 60-an dengan aksen aplikasi berwarna hitam yang tegas pada koleksinya tetapi tidak terlihat dipaksakan.
 

10. Silvani Victoria
 

Wanita yang memiliki label berinisial WMN ini terinspirasi oleh Edwardian dan Victorian. Konsep yang coba diangkat wanita lulusan tahun 2010 ini adalah chic simple dress yang elegant dan dapat digunakan dalam segala acara. Silvani mencoba meyakini pelanggan bahwa kesederhanaan tampilan dapat pula memberikan kesan mewah terutama bagi para wanita pekerja yang seringkali menghadiri acara setelah pulang kantor tanpa perlu berganti pakaian lagi.

 
11. Tinna Widianti
 

Terinspirasi dari sebuah Quotes “it’s hard to be a woman: you must think like a man, act like a lady, look like a young girl, and work like a horse”, hasil karya wanita lulusan sekolah Susan tahun 2011 dan memiliki label White Room ini menggambarkan perubahan peran serta penampilan wanita yang beragam, mulai dari maskulin, casual, hingga feminim. Koleksi yang berhasil menempatkan detil pada setiap koleksinya seperti lining jacket ini, ditujukan bagi wanita aktif dengan mengedepankan desain yang simple, clean look dan warna-warna cerah serta fokus pada pattern hingga cutting yang unik.
 
Tunjukan dukungan dan kepeduliaan Anda terhadap perkembangan para desainer muda Indonesia lewat koleksi ready-to-wear dari 11 desainer yang dihadirkan secara eksklusif hanya di METRO Pondok Indah dan Plaza Senayan hingga 25 Desember 2012 mendatang.
For more information,
please contact :
Ritzy Revianti
Public Relations Executive
Telephone
021-7507018 / 75998000 ext. 3515
Fax
021-7506734
Email
ritzy@metroindonesia.com