Pop Your Style
Pop art pertama kali muncul di Inggris, tepatnya pada pertengahan tahun ‘50-an. Munculnya pop art mempengaruhi perubahan dalam dunia seni. Kesuksesan pop art di sana kemudian menular ke Amerika Serikat. Secara garis besar, pop art menampilkan perubahan tradisi pada gaya seni murni yang tadinya hanya dihadirkan pada hal-hal yang sifatnya sakral menjadi bagian dalam keseharian. Hal ini ditandai dengan munculnya pop art pada media cetak, iklan, berita dan juga pada kemasan sebuah produk. Beberapa seniman pop art yang cukup berpengaruh adalah Roy Lichtenstein dan Andy Warhol yang dikenal melalui desain kemasan Campbell’s Soup.
Dalam industri fashion, pop art memberi banyak pengaruh pada permainan motif dan warna. Perpaduan motif imaginatif kerap dihadirkan untuk menciptakan konsep pop art. Ada juga yang hanya memainkan motif-motif praktikal atau naif. Dalam siluet busana pun pop art memberi pengaruh dengan menghadirkan konsep busana yang simpel, minim detail, dan praktikal. Laksana roda kehidupan, kini gaya pop art kembali “in”. Jika tertarik untuk mengaplikasikannya pada penampilan sehari-hari, berikut ini adalah tipsnya.
  1. Pilih busana berpotongan simpel bercorak pop art yang sesuai dengan karakter kepribadian, misalnya garis, bunga naïf, atau abstrak.
  2. Pilih busana yang siluetnya sederhana namun sesuai bentuk tubuh, seperti A-line skirt, H-line dress, sheath dress, cardigan, atau blazer simpel.
  3. Jangan ragu memilih busana berwarna cerah. Tapi pilihlah yang sesuai warna kulit, seperti nuansa melon, fuchsia, kuning, atau hitam beraksen warna menyala.
  4. Tak perlu ragu memainkan corak pada busana dengan saling “menabraknya”, asalkan ada “benang merah” berupa warna yangn senada. Misalnya, memadukan A-line skirt motif garis dengan kemeja motif polkadot yang sama-sama mengandung unsur hijau terang.
  5. Jika tak berani mengenakan busana berkonsep pop art, coba terapkan pada aksesori. Misalnya, pilih sepatu berdesain simpel warna cerah atau bercorak unik, kalung dengan aksen bunga warna-warni, tas bergaya “tabrak corak” yang aksi, atau bangles corak warna-warni.
  6. Agar busana berkonsep pop art bisa dikenakan untuk berbagai kesempatan, padukan dengan busana lain yang warnanya lebih kalem atau netral. Misalnya, H-line dress.