Spring 2011 - METRO Fashion Statement

Walaupun Indonesia hanya mengenal musim hujan dan musim panas, kehadiran musim semi di negara-negara adibusana membawa pengaruh tren yang luar biasa ke seluruh dunia. METRO pun menghadirkan inspirasi tema fesyen terbaru agar pelanggan kami selalu dapat tampil dengan tren fesyen terhangat. Mulai bulan April hingga Mei 2011, Roni Dachlan, Fashion Coordinator METRO, telah menerjemahkan dan merangkum tren fesyen musim semi 2011 dari panggung fesyen internasional ke dalam empat tema:

White Transition    
Ada kalanya Anda butuh beristirahat dan bersiap untuk memulai sebuah transisi gaya yang segar. Jika diibaratkan sebagai sebuah kanvas, maka musim semi merupakan momen yang tepat untuk menjadikan diri sebagai sebuah kanvas putih yang bersih seakan siap menerima aneka warna yang akan menghiasi sepanjang tahun.
Warna putih pada musim semi kali ini merupakan warna “wajib” yang harus Anda miliki. Para desainer dunia bisa dipastikan menyelipkan beberapa koleksi serba putih di antara warna-warna musim semi koleksinya. Jadi, jangan takut untuk berpakaian serba putih mulai dari atas hingga bawah!

Block The Colors        
Saatnya berhenti bernostalgia dengan era tahun 40-an, 50-an, atau 60-an dengan gaya klasik dan warna yang monoton. Warna-warna matang seperti merah, hijau, biru, kuning, dan oranye telah menggantikan rona warna-warna pastel yang sempat tren. Saatnya, Anda kembali berani memadu-padankan warna-warna kontras dalam bentuk blok-blok warna di atas sebuah busana. Terang dan lugas. Tak ada batasan untuk berkreasi dengan warna.

Vintage Rebellion        
Ekspresikan jati diri melalui kebebasan memilih gaya busana. Setiap insan tentu unik dan berhak untuk tampil beda. Tak ada yang salah apabila Anda ingin bergaya di luar gaya konservatif atau mengikuti dikte tren terkini, layaknya semangat kaum hippies membuat pernyataan di era 70-an. Temukan gaya ternyaman yang merefleksikan jati diri dan bersenang-senanglah dengan bell-bottom jeans, warna terang, aksesoris unik dan bertumpuk, serta gaya urakan, dan tabrak motif. Rayakan kebebasan untuk berekperimen dengan gaya orisinil.
 
Disco Glam            
Pernah mendengar Studio 54? Sebuah diskotik legendaris tahun 70-an di kota Manhattan. Tempat ini terkenal karena memfasilitasi gaya hidup yang pada masa itu cenderung hedonis. Hampir seluruh selebriti Hollywood menjadi pengunjung tetap diskotik tersebut. Dengan busana glamor yang mereka kenakan, Anda tak perlu menghadiri pagelaran busana para desainer. Jerry Hall, Bianca Jagger, Margaux Hemmingway, dan Janice Dickinson dengan blus asimetris, gaun halter-neck penuh lipit, gaun off-shoulder, dan aneka tube jumpsuit telah hadir bak memindahkan pagelaran busana di bawah lampu pesta disko.
 
Nah, dari keempat gaya yang ditawarkan oleh METRO Department Store di musim ini. Kira-kira gaya manakah yang menjadi pilihan METRO addicts? Yuk, ikuti survei METRO Spring 2011 hingga 30 April 2011 di laman Fashionology pada www.metroindonesia.com dan lihat gaya terfavorit di musim semi tahun ini.