Edwardian Style - Suara Eleganitas Berbusana Dalam Aura Feminin dan Romantis
Sepeninggalan Ratu Victoria pada Januari 1901, pangeran Edward VII pun naik tahta menggantikan posisi ibunya. Berbeda dengan pendahulunya, raja yang satu ini memiliki selera fashion dan gaya hidup yang flamboyan. Karenanya, secara tidak langsung Raja Edward VII menjadi panutan fashion kalangan elite Inggris, dan akhirnya menyebar ke seluruh penjuru Eropa.
 
Periode Edwardian ditandai dengan perkembangan varian busana sesuai aktivitas. Ini terjadi karena kalangan elite Inggris mulai menikmati kegiatan leisure, seperti olahraga, yang mempengaruhi kebutuhan tiap individu dalam berbusana. Itulah sebabnya pada era ini corset atau bodice yang merupakan busana wajib wanita -dan telah dipakai sejak Victorian era- mulai diabaikan, walaupun masih banyak juga yang memakainya. Berikut ini adalah ciri khas Edwardian style:
  1. Model kerah kaku dan tinggi atau berpotongan rendah yang menonjolkan décolleté.
  2. Hour glass shape dan S-curve silhouette kembali populer.
  3. Blus dan gaun sarat detail di bagian depan dan atas sehingga membentuk volume disebut ‘pigeon breast’.
  4. Rok panjang menyapu lantai – yang kemudian berkembang menjadi aklelength skirt.
  5. Munculnya berbagai siluet baru kreasi oleh para couturier Paris – Callor Soeurs, Vionnet dan Paul Poiret, di antaranya adalah empire line.
  6. Lace, ruffles atau embroidery yang mewah adalah detail ‘wajib’.
Gaya yang terinspirasi dari Edwardian era kembali dilirik oleh kalangan fashion. Gaya yang sekarang tentu saja tampil lebih modern dengan sentuhan romantis dan feminin yang ringan. Jika tertarik mengaplikasikan gaya Edwardian pada penampilan, simak kiat berikut:
  • Kenakan rok berpotongan panjang (mencapai mata kaki atau mid-length).
  • Jatuhkan pilihan pada blus bersiluet loose tetapi tidak terlalu longgar.
  • Pilihlah busana yang berdetail lace, frills atau ruffles.
  • Hindari busana yang terbuat dari bahan kaku dan tebal. Pilihlah yang terbuat dari bahan lembut dan melayang, seperti sifon atau sutera.
  • Jangan menerapkan warna vivid atau kuat. Sebaiknya pilih warna netral atau kalem.
  • Untuk pria, cobalah terapkan gaya Edwardian dengan memakai kemeja leher tinggi berdetail ruffles. Lalu padankan dengan fitted suite. Kesannya, modern dan klasik!
  • Jika pria ingin terlihat lebih flamboyant dengan gaya ini, kenakan saja suite dari bahan velvet. Menampilkan inspirasi Edwardian era yang simple, minimalis, namun kini.
  • Untuk pria yang ingin menerapkan gaya ini seminimalis mungkin, cukup kenakan fitted shirt lalu padankan dengan vest hitam. Agar tampak modern kombinasikan dengan fitted jeans. Keren!