Chinese Influences

Budaya Cina memberikan pengaruh yang sangat luas di berbagai bidang kehidupan. Tak terkecuali di bidang mode, yang 'diwakilkan' dengan kain sutera dan busana khas daerahnya.

Catatan sejarah menemukan fakta bahwa budaya Cina mulai menyebar begitu luas diawali dengan perdagangan kain suteranya yang dikenal dengan nama The Silk Road atau The Silk Route. Perjalanan dagang bersejarah yang mulai terjadi di masa kekuasaan Dinasti Han inilah yang diperkirakan membuka ‘jalan’ bagi budaya Cina untuk dikenal dan masuk serta berasimilasi dengan bangsa-bangsa lain, mulai dari Timur, Selatan dan Barat Asia, daerah Mediteranea dan Eropa, hingga kawasan Utara dan Timur Afrika. Yang menarik, selain kain sutera yang dikenal secara global ke berbagai penjuru dunia, Cina juga memperkenalkan banyak hal lain. Di antaranya adalah kain satin, wewangian, dan tak terkecuali adalah busana khas pria dan wanita Cina yang turut mempengaruhi gaya berbusana masyarakat modern yang masih dikenal sampai sekarang.

Busana berpotongan leher khas ini dikenal dengan nama cheongsam atau qipao. Untuk pria disebut changshan. Busana ini sebenarnya mulai dikenal di Cina ketika Manchu menguasai Cina pada era Dinasti Qing, dan dikenakan oleh pria maupun wanita. Ciri khas dari busana ini adalah siluetnya yang lurus dan longgar dengan model leher yang khas. Para pria diwajibkan memakai changshan sejak tahun 1636. Tapi baru pada 1925 lah wanita Cina mulai mengenakan qipao untuk sehari-hari. Biasanya mereka mengenakan qipao dengan padanan jaket berpotongan longgar.

Touch of Chinese Style for Women

  1. Kerah mandarin dapat hadir pada blus atau gaun. Model lengannya bisa divariasikan sesuai selera.
  2. Model blus bisa menyerupai blus cheongsam yang berpotongan panjang -seperti tunik- memiliki belahan di kedua sisi. Cocok dipadukan dengan celana panjang berpotongan lurus.
  3. Gunakan kancing shanghai sebagai aksen pada atasan atau pun gaun Anda.
  4. Untuk acara malam, jangan ragu mengenakan gaun cheongsam tanpa lengan agar terlihat anggun dan seksi. Bisa juga mengenakan gaun halter dengan variasi kerah cheongsam yang stylish.
  5. Untuk acara siang hari, bisa pilih atasan kerah V-menyerupai busana kungfu- berbahan sutra motif China lengan pendek berpadu celana panjang lurus.
  6. Untuk acara yang sifatnya lebih kasual, bisa juga memakai blus cheongsam lengan ¾ berpotongan longgar yang dikenakan sebagai jaket. Padukan dengan celana jeans agar terlihat fashionable.


Touch of Chinese Style for Men

  1. Changshan bisa dikenakan sebagai atasan atau busana bagian luar (jaket).
  2. Jika dikenakan sebagai atasan, padankan dengan celana bahan katun yang nyaman warna hitam atau netral yang serasi dengan Changshan.
  3. Padankan dengan celana jeans apabila Changshan dikenakan sebagai jaket.
  4. Pilih Changshan lengan ¾ sehingga lebih mudah dipadu-padakan dan dikenakan untuk berbagai acara.
  5. Changshan warna gelap lebih cocok dikenakan untuk acara malam hari. Sedangkan yang berwarna cerah atau netral, serasi dipakai pada acara siang atau sore hari.
  6. Jangan ragu memiliki pelengkap busana seperti dasi atau bandul kalung bermotif khas –misalnya motif naga- yang tampak elegan sekaligus maskulin.